Dari semalam pikiran gua terus diganggu sama pemberitaan2 ttg Mas Hanung yg berniat membawa Bumi Manusia ke layar lebar. Hmmm
Oke
Gua mencoba berpikir positif tentang keputusan Hanung memfilmkan Bumi Manusia.
Sebelumnya izinkan gua menyampaikan pemikiran gua, apa yg gua tau ttg roman itu, Ekspektasi gua, Sampai dengan kenapa gua kecewa.
Seperti yg pernah gua tulis sebelumnya si sulung dari Tetralogi Buru ini berat, banyak ideologi yg disampaikan mulai dari sosialisme sampai liberalisme.
Bukan ttg romansanya, bukan sama sekali. Percayalah romantisme dalam buku ini emang bikin hanyut. Tapi yg bikin gua jatuh cinta sama buku ini adalah pemikiran2 Pram yg ahh... susah diungkapkan :)
Sosok Minke yg cerdas, supel, bijak, dan yg pasti jawa tulen. Gua ngebayanginnya sebagai sosok pemuda jawa yg klimis, hitam manis, gak ganteng, tapi punya daya tarik sendiri. Kecerdasannya yg bikin banyak orang tertarik padanya. Fyi banyak yg percaya Minke adalah sosok RM Tirto Adhi Soerjo.
Ada lagi sosok Nyai Ontosoroh, menurut gua sosok ini sangat menyihir. Wanita jawa, seorang selir yg pikirannya modern. Amat menyayangi anak2nya. Seorang istri yg tidak diakui secara hukum dan agama. Namun, tetap setia pada suami yg amat sangat dibencinya. Kontras emang, tapi itulah Nyai Ontosoroh. Sikapnya itu yg bikin gua tersihir.
Anneliese Meleima, gadis Indo yg manja, cantik, juga berani. Lagi2 sosok kontras, tapi begitulah Pram, menggambarkan tokoh2nya dengan cerdas dan susah dipahami.
Dan...
Ketika gua tau karya itu bakal difilmkan, jujur udah bertahun2 lalu gua tau dan gua cukup excited menantinya. Tapi semakin gua mendalami ceritanya, semakin gua gak yakin sama pemikiran gua. GUA MULAI RAGU. Ragu dan takut tepatnya. Gimana gak, roman ini ditulis susah payah sama Pram, fyi buku ini pernah dibredel di zaman orba. Karena dianggap gak sesuai sama ideologi bangsa.
Tapi disamping itu, roman ini mendapat banyak apresiasi dan juga penghargaan dari dunia Internasional. Bahkan nyaris mendapat Nobel Sastra.
Mungkin ini yg menjadikan Bumi Manusia ini menjadi sakral buat para penikmat sastra kayak gua. Tapi sekarang gua mencoba untuk berlaku adil sejak dalam pikiran. Gua mencoba untuk menerima segala usaha yg dilakukan Hanung dalam pembuatan filmnya. Termasuk menerima para castnya. Ini akan menjadi pertaruhan besar buat mereka, terutama buat pemeran Minke. Apakah bisa membawa sosok Minke? Kita tunggu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar